APBN Antisipasti Perkembangan Global Yang Dinamis

/script>

 

Warga mengantre untuk mendapatkan vaksinasi dosis ketiga COVID-19 atau booster di Mall Botania Dua, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (24/3/2022). ANTARA FOTO/ Teguh Prihatna

Dari situasi tekanan internal dan eksternal, Menkeu Sri menegaskan, bangsa ini patut bersyukur. Intrumen APBN yang dikelola mampu menjalankan tugas menjaga pemulihan ekonomi, menjaga kesehatan masyarakat, menyelamatkan daya beli masyarakat. Selain tentunya, APBN sendiri juga dijaga agar tetap sehat.

Bagaimana performa APBN hingga akhir Februari? Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, APBN hingga akhir Februari 2022 berbalik surplus senilai Rp19,7 triliun, dibandingkan periode sama 2021 yang defisit Rp63,3 triliun atau 0,37 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Surplus APBN Februari itu setara 0,11 persen PDB. “Jadi, jika dibandingkan dengan tahun lalu yang defisit, ini pembalikan yang luar biasa,” ujarnya.

Namun, Menkeu Sri menuturkan, surplus APBN Februari 2022 melambat dari Januari sebesar Rp28,9 triliun. Kinerja APBN Februari didukung oleh pertumbuhan penerimaan.

Meski demikian, hasil ini belum menggambarkan keseluruhan cerita 2022. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk terus mendorong penerimaan dan mengoptimalkan belanja negara.

“Perjalanan masih cukup panjang dan masih cukup dinamis, yang harus kita antisipasi,” kata dia.

Sri Mulyani mengatakan, surplus APBN tersebut terjadi karena pendapatan negara mencapai Rp302,4 triliun, sedangkan belanja negara Rp282,7 triliun per Februari 2022.

READ  PUPR Berikan Dukungan Penyediaan Hunian Bagi Anggota TNI

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*