Nano Satelit atau SS-1 produksi Badan Riset dan Inovasi Nasional siap mengorbit. Satelit dapat difungsikan sebagai pelacak posisi kendaraan, pejalan kaki, kapal nelayan, dan titik panas saat kebakaran hutan. BRIN
Hery menyebutkan, saat ini pihaknya sedang melengkapi safety document report untuk diserahkan kepada JAXA selaku peluncur satelit. Setelah dokumen disetujui, satelit baru bisa diserahterimakan kepada JAXA untuk diinspeksi dan diintegrasikan dengan sistem peluncur. Tim SS-1 juga telah melakukan Satellite Fit Check Test bersama JAXA dan United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) di Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN.
UNOOSA dan JAXA memasukkan proyek SS-1 dalam putaran ketiga KiboCUBE yaitu sebuah inisiatif kepada lembaga pendidikan dan penelitian di negara-negara berkembang kesempatan untuk menyebarkan satelit kubus dari ISS.
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan ukuran satelit sesuai dengan ukuran Japanese Experiment Module Small Satellite Orbital Deployer (JSSOD) yang ada di ISS. Selain itu, Satellite Fit Check Test juga berguna untuk memastikan tidak ada interferensi mekanik.
“Pengujian berlangsung sekitar 15 menit, dan hasilnya Surya Satellite-1 telah lolos dari pengujian. Setelah ini ada Sharp-Edge Test untuk memastikan tidak ada sisi luar satelit yang tajam dan berpotensi melukai astronot,” tutur Steven.
SS-1 juga telah lolos berbagai pengujian lainnya seperti Functional Test, Vacuum Test, Thermal Test, Vibration Test, Battery Test, serta Payload and Communication Test.
Steven menjelaskan, misi SS-1 yaitu Automatic Packet Reporting System (APRS) yang berfungsi sebagai media komunikasi via satelit dalam bentuk teks singkat. Teknologi ini dapat dikembangkan untuk mitigasi bencana, transfer data, pemantauan jarak jauh, dan komunikasi darurat.
Satelit dapat difungsikan sebagai pelacak posisi kendaraan, pejalan kaki, kapal nelayan, dan titik panas saat kebakaran hutan. Dalam kaitannya untuk penelitian, satelit dapat digunakan sebagai sarana komunikasi semua laboratorium penelitian di universitas-universitas serta semua amatir radio di Indonesia.


Leave a Reply