Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (kiri) mengikuti parade sepeda motor konversi BBM ke listrik di Royal Ambarukmo, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (23/3/2022). Parade yang menjadi rangkaian kegiatan G20 di Yogyakarta tersebut guna mengenalkan sepeda motor BBM yang dikonversi menggunakan tenaga listrik. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Apabila target kendaraan listrik tersebut tercapai, menurut Arifin, akan memberikan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta KL per tahun dan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 7,23 juta ton CO2e.
Dalam rangka semakin mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, pada 2022 direncanakan peningkatan program konversi menjadi sebanyak 1.000 unit sepeda motor dengan sasaran sepeda motor operasional BUMN dan pemerintah daerah.
Program konversi sepeda motor yang digelar Kementerian ESDM pada 2021 telah dilaksanakan dengan pilot project 100 unit sepeda motor Dinas Kementerian ESDM. Dalam waktu tiga bulan, motor-motor itu sudah laik jalan setelah diuji Dirjen Perhubungan Darat dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor dengan menerbitkan sertifikat uji tipe (SUT) dan sertifikat registrasi uji tipe (SRUT) sepeda motor hasil konversi serta dan juga kepada tim P3TEK EBTKE.
Sebagai informasi, Kementerian ESDM sudah pernah meluncurkan pilot project program konversi 100 unit dengan 10 tipe (jenis sepeda motor) pada 17 Agustus 2021. Proses konversi tersebut mengikuti Permen Perhubungan nomor 65 tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Bakar menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.
Motor listrik tersebut telah lolos uji endurance 10.000 KM selama 48 hari dengan menempuh jalan menanjak, turunan, macet baik, dalam kondisi hujan maupun panas.
Saat ini sudah ada lebih dari 100 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dengan 85 persen menggunakan home charging. Jumlah tersebut akan terus dikembangkan sehingga semua masyarakat bisa menggunakan energi listrik dan akan mengurangi bahan bakar fosil.
Melalui penggunaan motor listrik, pemerintah bisa menghemat impor minyak sampai 1,5 juta barel per hari. Mengingat konsumsi BBM kendaraan motor masyarakat per hari mencapai 240 juta kiloliter hingga 10 tahun mendatang. “Kalau 120 juta kendaraan menggunakan konsumsi BBM dua liter per hari, kalau dalam 10 tahun kita ganti semua kendaraan berbahan bakar BBM ke listrik, maka akan menghemat 240 juta liter BBM per hari,” tuturnya.


Leave a Reply