
Ditambahkan, bersama Gus Dur, juga berjuang untuk demokrasi Pancasila. Selalu menekankan bahwa tidak ada tirani minoritas dan diktator mayoritas. Belajar politik mengedepankan suara hati, memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
“Bang Sabam berani melawan arus, meninggalkan statusquo, selalu memiliki konstruksi kekuasaan untuk keadilan dan kebenaran, ini dimensi ilahi. Beliau tokoh bangsa dan negarawan, melawan tirani dan otoriter. Kita berharap Bang Sabam Siriat dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional karena memperjuangkan demokrasi Pancasila secara murni dan konsekuen,” tegasnya.
Sementara Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen Purn. TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya melihat sosok Sabam Sirait banyak melihat dari literasi, dan buku-buku karena rentang waktu usia yang jauh. “Saya mencoba mereflesikan beliau, bahwa sampai usia sepuh masih mengabdikan diri ke NKRI,” ujarnya mengawali.
Bahwa kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, telah dibuktikan Sabam Sirait. Dia juga lintas persaudaraan. “Saya kira beliau ini seperti prajurit komando, dia selalu oleh pikir dan sehat. Sangat bisa menentukan sikap. Melihat secara universal, tak kenal menyerah dan tampil berani. Selalu berjuang ke kebhinnekaan,” paparnya.
Menurutnya, sosoknya pantas jadi keteladanan generasi XYZ. Kalau Soekarno terkenal dengan pertahanan semesta dan Hatta dengan koperasi, maka Sabam Sirait di legilislatif, dia menunjukkan keteladanan kalau di Hindu disebut caturwindu. Mengabdikan diri ke NKRI sampai akhir hayatnya.
Mantan Danjen Kopasus ini mengingatkam tidak ada isntant, semua harus dengan usaha dan tindakan. Perlu belajar dan latihan. Anak muda harus mencontoh Sabam Sirait yang meniti karir dari bawah namun tetap belajar sampai akhir hayatnya.
“Negara telah memberi penghargaan Bintang Mahaputera sebagai bukti pengabdiannya kepada negara. Karena itu layak, Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional,”ungkapnya.


Leave a Reply