Menurutnya, Sabam Sirait sudah tidak terbantahkan kiprah dan sumbangsihnya kepada bangsa dan negara, tidak perlu didiskusikan. Ia lebih mengusulkan agar lebih menapaktilasi jejak kiprah Sabam Sirait.
“Pak Sabam tidak perlu didiskusikan. Jejaknya jelas, dimana saja ada, memiliki ideologis, dinamis dan pluralis. Jarang ada tokoh seperti ini, dia hadir selalu datang membawa kebahagian. Orang-orang seperti ini pilihan Tuhan. Sekali lagi tidak banyak, salah satu guru kami, Gus Dur sosok lintas batas,” bebernya.
Ketua LKN infokom dan publikasi NU ini memberikan catatan penting peran seorang Sabam Sirait. Sabam Sirait saat mengemban Ketua Pansus lahirnya UU Anti Monopoli. Ketika, Sabam Sirait disepakati memimpin Pansus Anti Monopoli perlu kapasitas untuk melawan kepentingan kartel, terjadi perdebatan berjam-jam.
Satu lagi yang tidak kita lupakan, Kiprah Sabam Sirait saat dipercaya menjadi Ketua Pansus RUU Otonomi Khusus Papua. Faktanya, UU Otsus Papua sekarang masih landasan dan langkah-langkah pemerintah dalam membangun Papua.
Pada bagian akhir Edi membacakan catatan kecil terkait Sabam Sirait yang diberi judul; Serial menghayati nilai-nilai Sabam Sirait. Pak Sabam sesuatu yang pasti dan tidak perlu didiskusikan. Dia meninggalkan jejak di banyak tempat.
Kami menyebut wasilah atau perantara, Ia sesuatu yang suci. Dianugerahi Tuhan privilege untuk mencerminkan agamanya. Melampau juru penerang agama sendiri. Dia Manusia Lintas Agama sudah melampau batas, wujud standar tertinggi di kalangan agama dan sosial. Duta propotik Tuhan.
“Saya kira kehadirannya jejak lengkapnya bisa dijadikan kurikulum, dipelajarin. Kurikulum Sabam Sirait. Dari sosoknya terlihat nilai-nilai kekristenan yang universal. Kalau Tuhan berkehendak, derajad kepahlawan itu mudah disematkan kepada Sabam Sirait,” tegasnya.



Leave a Reply