Sabam Sirait Politisi Negarawan di Mata Tokoh Lintas Agama

 

Menarik juga, apa yang disampaikan Bikhu Banthe Dammasubho Mahatera (Budha) agar memandang peran politisi dari  kacamata alam, bingkai kesunyataan. Artinya memandang dari semua sisi yang berbeda, sehingga bisa menarik kesimpulan bukan keputusan. Seperti Budha memandang dunia, bagaimana memandang politisi, negara dan pandangan secara agama.

“Politik itu, adalah cara. Politea, semua ada. Budha memandang  dua, memandang wilayah duniawi dan duniawi spritual.  Parameternya, apakah saya kira apakah dia memiliki idealis, dinamis atau pluralis. Orang tumbuh ideologi yang kuat. Dinamis bisa menempatkan diri. Sedangkan Pluralis itu perpaduan ideologis dan dinamis,” urainya.

Kalau di Indonesia, pernah Presiden SBY memberikan Gus Dur Bapak Pluralis. Karena dia datang ke semua agama dia disambut, dia tidak kehilanganan ideologi. Tokoh-tokoh, yang masuk itu, apalah ideologis, dinamis dan pluralis.

“Saya juga mengintip kiprah Pak Sabam ini dalam politik. Jadi dari parameter itu, ketiga sosok Sabam Sirait miliki,” ujar Bhiku yang lama mengabdi di Bangkok, Thailand.

Pengalaman menarik dikemukakan Ishag Zubaedi Raqib yang terus terang mengaku tidak hanya  banyak bersentuhan dengan Sabam Sirait tetapi juga mengagumi sosoknya.

Setelah 23 tahun menimba ilmu Pesantren, Mas Edi KR (akrab disapa) mengatakan jauh-jauh hari sudah mendengar nama Sabam Sirait. Namun baru tahun 1992, ketika menjadi wartawan, dirinya bisa melihat langsung interupsi  Sidang Umum MPR terkait Luber dan Jurdil.

“Saya berkenalan dekat dengan Pak Sabam dan kebetulan temanan dengan Putra Nababan, sejak 1992 makin dekat. Setiap ada acara Pak Sabam, Bang Lexy dan Megawati, saya selalu pertama mendengar.  Sosoknya selalu tampil  humoris. Jadi kalau sayamdiminta menilai, saya tidak punya kapasitas, Sabam Sirait  jauh melebihi kapasitas saya, saya pengangum beliu. Kalau diikhtiarkan Pahlawan Nasional jauh lebih layak. Ikhtiar Pak Sabam atas pembangunan nasional untuk keadilan dan kebenaran sudah tidak diragukan lagi,” tukas  wartawan Kedaulatan Rakyat Yogyakarta ini.

READ  Penilaian Penyuluh Agama Islam Award 2023 Tingkat Nasional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*