SDM Kreatif dan Inovatif Menjawab Tantangan Ke Depan

/script>

Artinya, inovasi teknologi perannya sangat penting. Bila peranti itu dikombinasikan dengan bakat seseorang, maka akan menghasilkan pengaruh yang besar pada ekonomi Indonesia. Kemenparekraf telah berkomitmen pada Agenda World Conference on Creative Economy (WCCE) 2021 untuk pengembangan ekonomi kreatif di masa depan yang didukung oleh kreativitas dan inovasi.

“Semangat ini berasal dari kepercayaan bahwa industri kreatif telah mendatangkan era bisnis yang baru,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Angela juga menjelaskan WCCE 2021 telah merekomendasikan tahun ini sebagai tahun untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan kreatif, mendukung aktor Indonesia yang tangguh dan kreatif, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

“Inisiatif yang kedua telah berhasil dilaksanakan melalui penetapan resolusi PBB yang berjudul ‘International Year of Creative Economy for Sustainable Development, (IYCE) 2021’ di majelis umum PBB ke-73,” ucapnya.

Proposal inisiatif ini mengakui perlunya mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, mendorong inovasi dan memberikan kesempatan, manfaat dan pemberdayaan bagi semua dan respek terhadap hak asasi manusia.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja berharap, berbagai rekomendasi yang dibahas dalam “Connecticity 2022, International Conference on Creative Economy”, dapat mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi, terutama sektor ekonomi kreatif.

Setiawan menambahkan, ekonomi kreatif dapat menjadi penopang kebangkitan ekonomi, yang luluh lantak akibat pandemi Covid-19, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di belahan dunia lainnya.

Oleh karena itu, tambahnya, Pemerintah Provinsi Jabar akan mempromosikan ekonomi kreatif secara inklusif, dan berkelanjutan di masa pandemi sebagai bagian untuk mendorong kebangkitan ekonomi di daerah itu. Ini juga sejalan dengan Presidensi Indonesia pada G20 yang mengusung slogan “Recover Together, Recover Stronger”.

Setiawan menambahkan, ada sekitar 17 subsektor ekenomi kreatif yang menjadi topik kegiatan tersebut, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi, desain, fesyen, kuliner dan lainnya.

READ  Sawit Indonesia Mencapai 59 Persen Pangsa Pasar Dunia

“Ekonomi kreatif akan menjadi salah satu penopang di semua perkotaan, untuk tetap bertahan. Output-nya rekomendasi yang ini. Rekomendasi untuk di bawa ke U20 nantinya,” ujarnya.

[indonesia.go.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*