Pengunjung memindai QR code planogram digital produk kreatif UMKM. Digitalisasi ekonomi kreatif menjadi hal penting bagi kebangkitan ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/ Ahmad Subaidi
Digitalisasi Ekonomi
Untuk meningkatkan potensi tersebut, Sandiaga Uno menilai, digitalisasi ekonomi kreatif menjadi hal penting. Walau sebanyak 70 persen–75 persen ekonomi kreatif masih ditopang oleh industri kuliner, kriya, dan fesyen, dia meyakini, industrialisasi ekonomi kreatif di bidang lainnya dapat dikembangkan.
“Tapi yang sekarang prospek ada bidang aplikasi, gim, televisi, radio, animasi, serta beberapa sub sektor yang terakselerasi digitalisasinya oleh pandemi,” tambahnya.
Dia pun melihat prospek tersebut sebagai sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Namun, Sandi menilai, diperlukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi antarlembaga untuk mensukseskan ekonomi kreatif tanah air.
Provinsi Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang cukup serius dan gencar mempromosikan produk ekonomi kreatifnya. Pada Senin-Selasa (14–15/3/2022), mereka menyelenggarakan Connecticity 2022. Mengambil tema “Mendorong Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi, terutama Ekonomi Kreatif” di Gedung Merdeka Kota Bandung.
Bahkan, kegiatan Connecticity 2022 merupakan event yang ketiga kalinya sejak 2019. Tidak itu saja, penyelenggaraan konferensi bertaraf internasional itu juga menjadi side event Presidensi Indonesia pada U20, rangkaian dari G20.
Sebagai keynote speaker di acara tersebut, Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibjo mengatakan, di tengah situasi tidak menentu seperti sekarang ini, sektor ekonomi kreatif akan memainkan peran penting dalam mempercepat pemulihan, terutama melalui transformasi digital.
“Tahun 2022 akan menjadi tahun pemulihan global ketika banyak orang belajar untuk menjadi lebih gesit, proaktif, dan berkolaborasi di tengah situasi tidak menentu, dan sektor ekonomi kreatif akan memainkan peran penting, terlebih melalui transformasi digital,” ujarnya.


Leave a Reply