Pertemuan Health Working Group (HWG) bertajuk
Agenda itu dibahas dalam health working group (HWG) G20 yang digelar di Yogyakarta, 28–30 Maret 2022. Ada tiga isu yang dibahas. Pertama, menyelaraskan standar protokol kesehatan global. Kedua, membangun ketahanan sistem kesehatan global, dan ketiga, membangun pusat studi serta manufaktur untuk mencegah, menyiapkan respons, dan merespons krisis kesehatan yang akan datang.
Dalam menyikapi kesepakatan itu, Kementerian Kesehatan Indonesia mengenalkan sistem verifikasi sertifikat vaksin universal atau Universal Verifier Vaccine Certificate (Universal Verifier). Sebuah portal khusus dari Kementerian Kesehatan yang mampu membaca data sertifikat vaksin negara lain.
Dengan menggunakan kesepakatan itu, tentunya membuat mobilitas internasional berangsur normal dan mencegah peredaran virus.
Penyelarasan tersebut dengan menggunakan medium teknologi yang nantinya didorong oleh Indonesia agar memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Karena dua sektor tersebut terkena dampak yang cukup signifikan kala penyebaran Covid-19 terjadi.
Di samping itu, Indonesia juga mendorong adanya standar pengukuran kecakapan digital dan untuk bisa diterapkan di antara anggota G20 dan juga universal dalam forum Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG) G20 2022 yang digelar di Lombok, 28-29 Maret 2022.
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang juga Alternate Chair DEWG G20, Dedy Permadi, mengatakan bahwa pengukuran tersebut akan dilakukan melalui survei dan telah mendapat respons positif dari sebagian besar delegasi DEWG. “Ketika kita menawarkan ide ini, sebagian besar (anggota DEWG G20) mendukung, jadi kita sedang bekerja lebih lanjut untuk bisa mensirkulasikan dokumen pengukuran itu karena bentuknya berupa survei,” ujar Dedy Permadi, Kamis (7/4/2022).
Menurut Dedy, hasil pengukuran kecakapan digital ini juga bisa dipergunakan untuk berbagai kepentingan, seperti riset, pengambilan kebijakan, dan yang lainnya.


Leave a Reply