Berdasarkan negara tujuan, ekspor sepeda dari Indonesia paling banyak ke Britania Raya. Volume sepeda yang dikirimkan ke negara tersebut mencapai 3.487 ton pada 2020. Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan volume ekspor sepeda mencapai 1.114 ton pada 2020. Setelah itu ada Denmark dan Swedia dengan volume ekspor sepeda masing-masing mencapai 814 ton dan 493 ton.
Volume ekspor sepeda dari Indonesia ke Australia tercatat sebesar 398 ton. Sementara itu, volume ekspor sepeda dari dalam negeri ke India mencapai 249 ton. Adapun, nilai ekspor sepeda dari Indonesia mencapai USD119,74 juta atau sekitar Rp1,69 triliun (kurs Rp14.171/USD) pada 2020. Jumlah tersebut meningkat 33,73% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD89,54 juta.
Berikut adalah pabrikan sepeda, selain Shimano, yang berkembang di Indonesia:
Polygon
Polygon Bikes didirikan oleh PT Insera Sena pada 1989 di Sidoarjo, Jawa Timur. Kala itu Polygon hanya memproduksi rangka sepeda berbahan alumunium untuk didistribusikan ke pasar Asia Tenggara.
Pada 2012, Polygon mulai diakui dunia lewat inovasi teknologinya, yaitu Floating Suspension System. Teknologi ini kemudian diakui media Jerman sebagai “World of MTB” sebagai teknologi yang otentik dan berpengaruh.
Sejauh ini, Polygon telah melakukan distribusi di 32 negara dan memiliki 650 outlet yang tersebar di seluruh dunia. Jumlah produksi Polygon diperkirakan 400 ribuan.
United
United tak kalah populer dengan Polygon. Merek sepeda United di dunia sebagai merek berkualitas baik. Merek United mulai diproduksi pada 1991 oleh PT Terang Dunia Internusa.
Pengalaman mereka dalam membuat sepeda tentu tidak usah diragukan lagi. Pasar luar negeri telah dibangun sejak 1993. Perusahaan sepeda asal tanah air ini juga sudah bergelut di dunia persepedaan hampir 50 tahun. Tahun 2020 dapat memproduksi sepeda 750 ribu unit.



Leave a Reply