Filipi 1:12 PBTB2
Aku menghendaki, Saudara-saudara, supaya kamu tahu bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,
Kekristenan itu, semakin dihambat semakin merambat! Meski kelihatan banyak orang Kristen sangat dilarang keras, bahkan diancam dipenjara dan dibunuh jika menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus, hal seperti tidak pernah membuat Kekristenan menjadi lemah. Sejarah telah membuktikannya!
Saat menjumpai Gus Dus (sebelum menjadi Presiden) ke rumahnya di Ciganjur, selain bersilahturahmi juga mengadu betapa maraknya gereja ditutup, dilempar batu, bahkan seperti di Situbondo dibakar. Mendengar itu, Gus Dur tertawa terkekeh-kekeh dan berkata: “Sampeyan berdoa yang lempar batu itu satu kampung, supaya setelah mereka pergi, bangun lagi gereja dari batu-batu yang dilempar! … gitu aja repot!”
Nah, demikian pula, saat rasul Paulus dipenjarakan karena begitu gigih pertaruhkan hidupnya untuk memberitakan Injil, ternyata penjara tidak pernah membungkamnya. Dari dalam penjara rasul Paulus menulis surat untuk tetap beritakan Injil ke berbagai kawan sekerjanya, bahkan ke para sipir dan pejabat penjara.
Maka, sebagaimana sejarah telah mencatat dan membuktikan, semakin banyak penderitaan dialami umat Kristen, lihat saja di Iran, Sudan, Korea Utara, Nigeria dan lain-lain, termasuk di Indonesia, Kekristenan benar-benar diblok total, tetapi lihat bagaimana Roh Kudus berkarya, semakin banyak pengikut Kristus di negara-negara yang anti Kristus. Di tengah penderitaan Kekristenan bercahaya!
Salam Injili
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply