Labuan Bajo dengan kekayaan wisata alam dan budayanya itu kini menjadi destinasi unggulan. Infrastruktur digenjot untuk menambah keistimewaan. INFOPUBLIK/ Amiriyandi
Lapangan Kerja Luas
Menparekraf Sandi Uno perlu menekankan isu dampak ketenagakerjaan karena dianggap cocok bagi Indonesia yang berkelimpahan sumber daya manusia. Setiap 1 dolar investasi di sektor wisata, katanya, berdampak enam kali lipat lebih besar dibanding investasi di sektor industri yang lain. Dengan nilai yang sama, investasi di sektor wisata bisa menciptakan lapangan kerja enam kali lebih banyak.
“Skema pembiayaannya pun sudah ada sehingga memberikan dampak yang luas,” katanya. Maka, yang diperlukan adalah langkah eksekusi, agar peluang investasi di lima DSP, 8 KEK, dan 12 lokasi sustainable tourism itu bisa menjadi sustainable project. Dalam catatannya, untuk Kawasan Toba, Borobudur dan Labuan Bajo diperlukan investasi Rp6,7 triliun sedangkan di 22 kawasan lainnya ada peluang investasi Rp226,79 triliun.
Peluang tersebut, kata Menparekraf, cukup menjanjikan. Dunia pariwisata Indonesia berkembang positif dan pesat. Mengacu pada World Economic Forum tentang Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2022, yang dirilis Mei 2022, Indonesia kini berada di peringkat 32 dari 117 negara yang diobservasi. Posisi Indonesia naik 12 tangga dibandingkan 2019.
‘’Para investor telah melihat adanya peluang yang signifikan yang dilihat dari TTDI Indonesia yang naik 12 peringkat, di atas Thailand dan Malaysia. Sehingga ini membuka minat untuk berinvestasi,” ujar Sandiaga Uno. Ia pun mendorong para investor lokal memanfaatkan momentum yang cukup menjanjikan ini. Ada insentif pembiayaan, pajak, dan penggunaan lahan usaha di kawasan wisata yang berstatus KEK atau DSP tersebut. Menparekraf pun bertekad akan mengawal agar investasi yang sudah berjalan di sektor wisata bisa lancar dan tuntas.
“Sesuai arahan Presiden Jokowi, proyek-proyek infrastruktur harus selesai pada 2023–2024, tidak boleh ada satu pun yang mangkrak (macet dan terbengkalai). Untuk itu, investor harus bergegas menyelesaikan pembangunannya sampai 2024, supaya target 4,4 juta lapangan kerja baru dapat terealisasikan,” ujarnya.
[indonesia.go.id]


Leave a Reply