DOA DENGAN TANGISAN

Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. (1 Samuel 1:9-10)
Sering terjadi ketika seseorang yang sedang mengalami pergumulan yang dalam, ia berdoa kepada Tuhan dengan tangisan. Tangisan adalah suatu spontanitas. Doa dengan tangisan (Weeping Prayer) adalah cara berdoa yang tidak direncanakan atau dibuat-buat. Di dalam Alkitab tercatat beberapa kali doa dengan tangisan. Salah satu di antaranya adalah doa Hana, seperti yang disebutkan dalam 2 ayat di atas.
Doa dengan tangisan Hana dilatarbelakangi karena dari rahimnya belum dilahirkan seorang anak. Ia dibully terus menerus oleh Penina, madunya. Dalam pergumulan yang demikian, Hana berdoa dalam hatinya dan dengan menangis.
Memperhatikan doa dengan tangisan Hana, nampak suatu ekspresi kehancuran hati. Seseorang yang berdoa dengan air mata, suasana hatinya sedang hancur di hadapan Allah. Ia menyadari bahwa tanpa pertolongan Allah, maka ia tidak berdaya. Pada sisi lain, dalam Mazmur 51:19 kehancuran hati menggambarkan adalah suatu ekspresi rasa ketidak layakan, kehinaan dan berdosa. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Maz. 51:19) Allah sangat memperhatikan seseorang yang datang kepadaNya dengan hancur hati.
Selain itu, doa dengan tangisan adalah suatu ekspresi dari kesungguhan hati. Bahwa seseorang yang dalam pergumulan yang dalam sangat memerlukan pertolongan Tuhan. Ketika ia mengutarakan hatinya kepada Tuhan dengan menangis, maka ia bersungguh-sungguh mempercayai bahwa Tuhan sanggup menolong dia.
Doa dengan tangisan juga adalah suatu ekspresi ketergantungan kepada Tuhan. Ia mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Ia menyadari bahwa dari dirinya sendiri, ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan ia juga tidak bisa mengharapkan bantuan manusia, selain bergantung kepada Allah yang mahakuasa.
Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Doa Hana dengan tangisan yang mengekspresikan kehancuran hatinya, kesungguhan hatinya dan ketergantungannya kepada Tuhan berbuah kepada Tuhan memperhatikan permohonanNya dengan memberikan seorang anak. Melalui rahim Hana yang dibuka, Tuhan untuk menghadirkan Samuel seorang imam dan nabi yang memimpin bangsa Israel. Samuellah yang dipakai Tuhan untuk menyiapkan Kerajaan Israel dan memilih 2 Raja yang pertama.
Tuhan Yesus memperhatikan orang yang datang kepadaNya dengan hancur hati, kesungguhan hati dan hanya bergantung kepadaNya. Tuhan Yesus mendengar setiap doanya. Ia menjawab, memberi kekuatan, serta menghiburnya.
“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  ETIKA INJILI DAN NILAI-NILAI DI PGLII (II)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*