Berjuang Beritakan Injil

<

“Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.” Filipi 4:3 

Ketika kita bernyanyi lagu-lagu pekabaran Injil, apakah kita bernyanyi dengan senyum dan sukacita, ataukah dengan doa, teriakan dan seruan bahwa nyanyian-nyanyian misi seperti itu membuat kita seperti laskar Kristus yang siap menuju medan pertempuran?

Tidak salah ketika kita berkata, melayani atau memberitakan Injil, dilakukan dengan senang dan sukacita penuh, namun perlu juga diketahui bahwa pelayanan itu sering disakiti, ditolak, dikucilkan, dianiaya, dipenjara bahkan dibunuh.

Sejarah  membuktikan bahwa melayani atau memberitakan Injil, yang dilaksanakan sesuai Alkitab penuh dengan perjuangan, misalnya harus melintasi daerah demi daerah, bertemu dengan masyarakat yang berbeda keyakinan, budaya dan bahasa.

Ya, memberitakan Injil adalah suatu perjuangan yang dalam banyak sisi jika tidak bergantung kepada Allah, akan mengalami kekalahan dan kekecewaan.

Apakah kita benar-benar rindu beritakan Injil, ke manapun Kristus mengutus kita?

Ketika kita menjawab “ya dan siap”, maka saat itu kita sudah mulai memasuki medan perjuangan dengan skala tantangan yang berbeda tingkatnya.

Namun ingatlah juga, ketika kita sudah melangkah memberitakan Injil, kita tidak pernah sendirian, Kristus tetap menyertai dan bersama kita, bukan untuk melenyapkan masalah dalam perjuangan, tetapi membuat kita kuat dan bertahan hingga tugas kita selesai.

Salam Injili

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Bolehkah Mengucapkan Yesus Memberkatimu?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*