“ETIKA INJILI DAN NILAI-NILAI DI PGLII” – “BERDIRI HANYA UNTUK PGLII” (Bag IV)
AD PGLII Pasal 6 Usaha:
Untuk mencapai Tujuan seperti tersebut di atas, maka PGLII berusaha:
1.Membela dan meneguhkan teologi dan etika Injili sesuai kemurnian asas Injili berdasarkan Alkitab.
PGLII adalah lembaga gerejawi aras nasional yang eksistensinya dibangun karena panggilan bersama, visi yang jelas, diakui, dihormati, dibanggakan, dibela, memiliki tujuan dan perjuangan bersama yang berpusat pada Kristus dan otoritas Alkitab demi mengejawantahkan kerajaan Allah yang membumi dan pemberitaan Injil yang berani, terbuka dan terus menerus tanpa jeda.
Sejak Munas XII 2020 PGLII di Medan, salah satu Keputusan Munas XII yang dihasilkan adalah, setiap pengurus yang menyatakan diri siap melayani di PGLII diwajibkan menandatangani surat Pakta Integritas. Tentu saja ada alasan penting yang melatarbelakangi mengapa Pakta Integritas menjadi keputusan Munas tersebut?
Teks-teks yang tertera di Pakta Integritas, meskipun isinya masih sangat normatif dan umum, namun disitulah letak dan maksud dibuatnya, bahwa pengurus PGLII hendaknya mentaatinya secara beritegritas dan berdiri hanya untuk PGLII.
Asumsi dasar siapa yang menjadi pengurus di PGLII, tentu sesuai isi AD/ART PGLII, adalah utusan-utusan terbaik yang melalui surat kredensi dari Anggota PGLII. Karenanya, Keputusan-keputusan organisasi, teologi, kebangsaan, etika dan lain-lain yang mengatasnamakan PGLII adalah juga hasil yang telah melibatkan dan disetujui oleh anggota-anggota yang juga terwakili di pengurus PGLII. Jika pengurus tidak sebagai utusan dari anggota PGLII, ia mewakili siapa dan berjuang untuk siapa?
Komitmen dan tanggung jawab yang perlu dibuktikan oleh pengurus PGLII, ialah karena adanya kesamaan panggilan dan tekad untuk bersama-sama membela teologi Injili dan pergi memberitakan Injil, bukan untuk kepentingan politik, bisnis pribadi, uang, sebagaimana yang tercantum di Surat Pakta Integritas PGLII No.6 “Dalam menjalankan tugas jabatan saya dan dalam pengambilan keputusan akan menempatkan kepentingan PGLII yang menjadi utama, serta tidak akan mencampurkan dengan kepentingan pribadi atau tujuan untuk melakukan sesuatu untuk manfaat pribadi, kepentingan politik, bisnis atau golongan tertentu.
PGLII akan menjadi lemah jika teologi Injili dibuang, penginjilan tidak dilaksanakan lagi, pengurus hanya bertindak untuk kepentingan diri sendiri dan tujuan serta usaha PGLII berubah fungsi dan berubah arah. Para pejuang iman dari sejak PGLII didirikan, memiliki tekad yang sama, “Siap mati demi Kristus dan demi PGLII agar Injil terus diberitakan dan nama Yesus diproklamasikan di seluruh Indonesia dan bangsa-bangsa sampai tiba pada akhir zaman”.
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply