1 Raja-raja 17:4 (TB) Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”
Setelah Nabi Elia sampaikan berita dari Allah kepada Ahab yaitu Raja Israel, bahwa akan terjadi pada tahun-tahun itu tidak akan ada embun atau hujan, kecuali jika Elia yang katakan.
Namun Tuhan pun berkata kepada Elia agar ia bersembunyi di Wadi (sungai) Kerit dan burung-burung gagak akan memberi makan roti dan daging setiap hari kepada Elia, dan minum dari Wadi Kerit.
Tentu saja Elia berpikir, masakan aku harus makan dari burung gagak yang menurut Hukum Taurat digolongkan najis? dan bukankah burung gagak adalah burung yang rakus? Apakah gagak itu akan membiarkan daging diparuhnya diberi kepada dirinya?.
Terjemahan lain menyebut pengasingan Elia di wadi Kerita sekitar 2 atau 3 tahun, maka selama itulah Elia diberi makan oleh gagak yang najis.
Meski tidak masuk akal, Elia tetap taat terhadap firman Allah, ia makan roti dan daging berhari, berminggu, berbulan, bertahun dari gagak najis.
Pelajaran masa kini,
1) Tuhan Yesus bisa membuat yang najis spiritual menjadi berkat bagi orang percaya,
2) Tuhan juga suruh orang benar menangkan mereka yang najis secara spiritual melalui Injil Kristus.
Meski sulit dipahami, namun faktanya, Tuhan membuktikan pemeliharaan-Nya kepada Elia melalui gagak yang najis!
Salam Injili
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply