Pengalaman Malaysia
Negara jiran Malaysia juga mengalami lonjakan harga minyak masaknya, bahkan sejak setahun lalu, saat harga di pasar merambat ke tingkat 8–8.50 Ringgit Malaysia (RM), sekitar Rp27 ribu–29 ribu per kg. Maka, Pemerintah Malaysia menyalurkan minyak masak subsidi kemasan 1 kg dengan harga RM2,50 (sekitar Rp8.400) per kg. Migor bersubsidi ini resmi berlaku per 1 April 2021 lalu.
Migor bersubsidi itu didistribusikan melalui belasan ribu outlet “Malaysia Satu”, yakni jaringan kedai ritel yang sejak lama dijadikan mitra pemerintah untuk penyaluran sembako. Selain minyak goreng, di kedai “Malaysia Satu” juga dijual antara lain ayam potong beku, telor, gula pasir, daging sapi dan daging kerbau beku. Semua produk impor tapi dengan bea masuk sangat ringan sehingga harganya terjangkau.
Minyak masak nonsubsidi masih diizinkan beredar di minimarket atau supermarket. Harganya pun dibatasi melalui kebijakan HET, dan ditetapkan RM29.70 untuk kemasan botol 5 kg, yang kemasan 2 kg harganya RM12.70; dan RM18.70 pada kemasan 3 kg. Rata-ratanya RM6.15 (Rp20.910) per kg. Bila dikonversikan ke satuan volume nlainya sekitar Rp16.725 per liter. Toh, di perdagangan online, harga yang berlaku umumnya di atas HET yang ditentukan.
Pemerintah Malaysia menyiapkan minyak subsidi ini sampai luber, karena volumenya sampai 60.000 ribu ton per bulan. Melebihi dari kebutuhan bulanannya yang 50 ribu ton, untuk 33,7 juta warga dan beberapa juta tenaga kerja asingnya. Dengan limpahan supply itu tidak ada antrean orang membeli minyak goreng. Kalangan menengah-atas umumnya tak memborong minyak subsidi, karena mereka yakin tak ada kelangkaan di pasar. Kebijakan ini telah berjalan setahun dan kemungkinan masih akan diperpanjang.
Dijaga Polisi
Kebijakan baru penetapan harga migor bersubsidi di Indonesia itu akan ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perdagangan yang baru. Produsen mendapat kesempatan relaksasi melalui migor kemasan sesuai brand masing-masing. Namun, harga dan pasokan minyak bersubsidi yang kini Rp14.000 per liter akan dijaga betul, bahkan dengan melibatkan Polri.
Tak heran bila dalam konferensi pers seusai ratas kabinet tentang minyak goreng, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun ikut hadir. ‘’Polri akan ikut memberikan pengawalan atas distribusi minyak goreng untuk menjamin ketersediaannya,’’ ujar Kapolri.
Ancaman terjadi kebocoran minyak subsidi keluar negeri, seperti dikhawatirkan Menteri Perdagangan M Lutfi, bukan tanpa alasan. Ada disparitas harga yang cukup dalam dengan harga migor di negara tetangga. Di Manila, misalnya, harga minyak goreng kemasan 1 kg dibanderol 130 Peso atau sekitar Rp33.000 per kg.
[indonesia.go.id]


Leave a Reply