Ketua G20 Education Working Group (EdWG) Iwan Syahril (kiri) dalam Education Working Group (EdWG) di Yogyakarta, Kamis (17/3/2022). ANTARA/HO-Humas Kemendikbudristek/am.
Di samping itu, Iwan Syahril menyampaikan bahwa semangat solidaritas dan kemitraan, dalam hal ini gotong royong, menjadi salah satu hal yang utama dalam mendukung bangkitnya dunia pendidikan dari setiap tantangan. Semangat kolaborasi ini menjadi salah satu agenda prioritas yang diangkat Kemendikbudristek pada pertemuan Kelompok Kerja Pendidikan G20, yakni Solidaritas dan Kemitraan.
Nuansa semangat dari kemitraan itu juga diakui oleh delegasi EdWG G20. Andres Contreras Serrano selaku Ketua Delegasi Spanyol mengatakan, di bawah semangat gotong royong, solidaritas secara global bukan hanya menjadi kepentingan moral, tetapi juga untuk kepentingan semua orang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Hal senada juga diungkapkan Delegasi Jerman Rebecca Stock. “Terima kasih Indonesia telah memilih agenda prioritas Solidaritas dan Kemitraan. (Agenda prioritas) ini adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.
Dalam pertemuan G20 EdWG tersebut, Iwan Syahril juga menuturkan, Indonesia telah belajar dari pengalaman dalam upaya pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Indonesia pun optimistis dalam mendorong kolaborasi lintas sektoral, antara publik dan swasta, serta kemitraan antara sektor pendidikan dan industri sehingga hal tersebut menjadi fokus Pemerintah Indonesia.
Dalam forum EdWG G20 itu, delegasi Indonesia menyampaikan pentingnya mempersiapkan lulusan yang adaptif dan siap terjun ke dunia kerja.
Saat ini Pemerintah Indonesia mengedepankan kemitraan antara universitas dan industri. Selanjutnya, sekolah menengah kejuruan (SMK) juga turut didorong untuk mengadopsi skema kemitraan taut-suai atau link and match, sehingga dapat mengembangkan kurikulum yang relevan bagi kemajuan keterampilan siswa, sekaligus meningkatkan infrastruktur sekolah.
Iwan Syahril menuturkan, sebagai bentuk adaptasi dan antisipasi perubahan kebutuhan dunia kerja, pelaku pendidikan harus mendapatkan lebih banyak otonomi untuk berkreasi dan berinovasi.


Leave a Reply