Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M., M.A.R.S. bersama pengurus Perkumpulan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia.
Jakarta, legacynews.id – Para Pewarta yang biasa disebut Jurnalis tergabung dalam Perkumpulan Wartawan Nasrani (PEWARNA) memenuhi ruangan Dirjen di Kemenkes, Pewarta Nasrani biasanya menghimpun berita terkait masalah religius maupun kebangsaan, namun kali ini berbeda. Perhatian kali ini tertuju kepada masalah kesehatan dan berdiskusi bagaimana sebagai masyarakat ikut serta membangun hidup sehat di tengah-tengah kehidupan.
Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia beraudiensi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kedatangan PEWARNA Indonesia diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, D.H.S.M., M.A.R.S.
Dalam kesempatan itu PEWARNA dipimpin oleh Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono dan sejumlah pengurus lintas departemen PP PEWARNA Indonesia.
Direktur P2P pada kesempatan itu menerangkan tentang sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Kemenkes saat ini, di antaranya dalam memfasilitasi keberadaan tenaga kesehatan guna memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, juga pemaparan singkat terkait penerapan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Di pertemuan itu Suzanna Kezia, M.Th, mewakili pengurus Pusat PEWARNA Indonesia memaparkan sejumlah program yang sudah dan akan dilakukan oleh PEWARNA Indonesia. Di antaranya kegiatan Napak Tilas Rasul Jawa pada tahun 2021 lalu, juga rencana pelaksanaan Festival Bondo, Jepara, pada November mendatang.
Di jelaskan bahwa Festival Bondo akan dilaksanakan pada akhir tahun 2023 dengan melibatkan masyarakat setempat, dan diisi oleh beragam kegiatan mulai dari camp jurnalistik, seminar Love Sex and Dating, seminar anak, juga karnaval budaya, serta kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Melalui kegiatan kami ini diharapkan dapat mendukung Desa Bondo sebagai tempat Daerah Tujuan Wisata religi, sekaligus memelihara rasa persatuan dan toleransi yang ada di sana.
Menyambut penjelasan PEWARNA, Pria yang sudah 3 tahun menjabat sebagai Dirjen P2PM ini juga mengungkap dirinya mengapresiasi dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh PEWARNA mendatang.
Yusuf Mujiono menambahkan, Festival Bondo merupakan suatu perwujudan dari misi PEWARNA untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memelihara eksistensi dari keberadaan semangat toleransi di Indonesia. Khususnya memelihara keberadaan Bondo sebagai desa Kristen yang merupakan buah penginjilan dari Kiyai Ibrahim Tunggul Wulung pada abad ke-19.
“Saya berharap teman teman di sini bisa diselenggarakan pula bersamaan dengan kegiatan Bakti Sosial, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November nanti. Namun kami meminta agar PEWARNA juga melibatkan masyarakat lintas agama setempat,” ujar Dirjen P2P.
Di sela pertemuan Yusuf Mujiono juga menyerahkan karya PEWARNA Indonesia, yakni Buku Napak Tilas Rasul Jawa, yang merupakan laporan perjalanan PEWARNA Indonesia selama seminggu dalam menapaki jejak perjalanan penginjil pribumi di Tanah Jawa. (Yuno)

Leave a Reply