Bapak Arkeolog Indonesia
Profesor Dr Mundardjito (8 November 1936–2 Juli 2021) merupakan seorang arkeolog dari Indonesia yang dijuluki sebagai Bapak Arkeologi Indonesia. Julukan itu dilekatkan setelah Mundardjito memperkenalkan ilmu metodologi arkeologi yang ia dipelajari dari Universitas Athena di Yunani pada 1969-1972.
Dari sinilah di Indonesia muncul cabang ilmu baru, yaitu ekologi dalam arkeologi ruang pada 1993. Mundardjito merupakan mantan guru besar tetap di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Setelah pensiun pada 2001, dia menjadi guru besar tidak tetap di Universitas Indonesia (UI).
Pak Otti (panggilan akrab Mundardjito) juga pernah mendapatkan penghargaan nasional seperti Penghargaan Ahmad Bakrie Award pada 2014 dan Satyalencana Karya Satya pada 1994.
Penghargaan Satyalencana 30 tahun diberikan langsung oleh Presiden Soeharto atas ketekunan, kontribusi, kinerja, dan prestasinya dalam dunia arkeologi. Mundardjito merupakan salah satu dari 10 ahli arkeologi lainnya yang mendirikan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) sebagai wadah bagi para sarjana dan ahli arkeologi untuk bekerja sama dalam membangun arkeologi di Indonesia.
Pada berbagai kesempatan ia kerap menyatakan dengan tegas tentang peran masyarakat dan publik yang ikut andil dalam pelestarian situs serta kawasan arkeologi. Selain nama-nama di atas, ada 123 penerima tanda kehormatan lain yang merupakan tenaga medis dan kesehatan yang gugur dalam menangani pandemi Covid-19.
[indonesia.go.id]


Leave a Reply