![]()
Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus diatas kayu Salib agar menebus dosa-dosa umat manusia adalah suatu fakta, kita diberikan keselamatan. Kasih Anak Domba sungguh luar biasa kepada kita umat-Nya
Jakarta, legacynews.id – Saat kita mendekati perayaan Paskah, penting bagi umat Kristen untuk merenungkan pengorbanan luar biasa yang dilakukan oleh Kristus, Sang Anak Domba. Dalam Alkitab, kita diberitahu tentang bagaimana Kristus adalah Anak Domba yang tidak berdosa, yang dikorbankan untuk menebus dosa-dosa manusia dan membebaskan mereka dari hukuman yang seharusnya mereka terima. Kitab suci memberi kita gambaran yang jelas tentang pengorbanan-Nya melalui beberapa ayat yang penting:
Yohanes 1:29 (TB) – “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Ayat ini menegaskan bahwa Kristus adalah Anak Domba Allah yang diutus untuk membebaskan umat manusia dari dosa-dosa mereka. Pengorbanan-Nya tidak hanya menghapus dosa-dosa kita, tetapi juga memberikan harapan dan keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Yohanes 10:11 (TB) – “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”. Dalam ayat ini, Kristus menggambarkan diri-Nya sebagai gembala yang siap untuk mengorbankan nyawa-Nya demi domba-domba-Nya. Pengorbanan-Nya adalah tindakan kasih dan kesetiaan yang tak terbandingkan.
Roma 5:8 (TB) – “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. Keseluruhan perbuatan Kristus sebagai Anak Domba adalah kasih-Nya yang luar biasa. Melalui kematian-Nya, Kristus menunjukkan kasih dan rahmat Allah kepada umat manusia, walaupun saat itu kita masih dalam dosa.
Kitab Suci memberikan landasan yang kokoh untuk merenungkan pengorbanan Kristus, Sang Anak Domba, menjelang Paskah. Semoga saat kita mempersiapkan diri untuk merayakan kebangkitan-Nya, kita dapat menghargai dan merenungkan dengan tulus pengorbanan-Nya yang besar demi keselamatan kita. Kiranya kita semua dapat menyerahkan kehidupan kita kepada-Nya yang telah memberikan segalanya bagi kita.
Pro Ecclesia Et Patria
Antonius Natan | Staf Ahli Ketum PGLII


Leave a Reply