Rencana Aksi Untuk PPR Terhadap Pandemi Dimatangkan

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra (kiri), Sekretaris Jenderal Menteri Kesehatan RI Kunta Wibawa (kanan) dalam Pertemuan the 3rd G20 Joint Finance and Health Task Force (JFHTF). Foto: Panitia Presidensi G20

Bertindak sebagai co-chair, Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa kebagian tugas memimpin diskusi sesi pertama dengan fokus pada pembahasan laporan dari Bank Dunia dan WHO, tentang kesenjangan pembiayaan PPR dan  modalitas untuk membangun fasilitas keuangan. ‘’Pertemuan hari ini harus dapat menyediakan panduan serta  bahan diskusi bagi menteri keuangan dan menteri kesehatan dalam modalitas mekanisme keuangan yang baru dan preferensi strukturnya serta  bagaimana kita semua dapat bergerak maju bersama-sama,” ujar Kunta.

Co-chairs Kunta Wibawa juga memberikan selamat pada Jakob von Weizsäcker yang telah terpilih sebagai Kepala Eksekutif Sekretariat JFHTF. Kunta pun langsung memberikan kesempatan anggota G20 yang akan memberikan tanggapannya mengenai  rencana aksi JFHTF, termasuk adanya potensi  hambatan akibat ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini.

Pembahasan tentang joint finance and health task force itu masih tetap dalam koridor yang telah disepakati pada dua pertemuan sebelumnya. Para anggota G20 melanjutkan pembahasan atas isu-isu utama, yang terdiri dari tiga butir yakni, (i) kesenjangan akan pembiayaan dan kebutuhan serta modalitas untuk membangun fasilitas keuangan; (ii) peluncuran Covid-19 Countermeasures, dan (iii) rencana aksi global untuk “One Health”.

Semua anggota G20 sepakat bahwa ada kesenjangan yang signifikan yang perlu segera diatasi. Para anggota G20 secara umum juga mendukung pembentukan mekanisme keuangan baru, yang dapat menyediakan sumber pendanaan yang bisa diandalkan dan berkelanjutan, untuk PPR pandemi dan melengkapi lanskap solusi pembiayaan yang ada.

READ  Arah Kebijakan Pangan Indonesia Sejalan dengan ASEAN

JFHTF akan terus bekerja menyelesaikan modalitas yang akan dilaporkan kepada para menteri keuangan dan kesehatan G20. Ketegangan geopolitik diakui dapat mengganggu gugus tugas kerja sama keuangan dan kesehatan global itu. Gangguan ekonomi akibat ketegangan geopolitik disebut  akan berakibat berkurangnya kapasitas dunia internasional melakukan kerja sama pembiayaan di sektor kesehatan. Tapi terlepas dari isu situasi aktual yang terjadi, para anggota G20 meyakini sekretariat JFHTF dapat memainkan peran penting dalam mendukung koordinasi kesehatan dan keuangan.

Tujuan utamanya ialah pencegahan, membangun kesiapsiagaan, dan respons secara cepat terhadap pandemi dan situasi darurat kesehatan lainnya. Semua akan dilakukan sejalan dengan peraturan kesehatan internasional yang berlaku.

[indonesia.go.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*