TENANGLAH! AKU INI … JANGAN TAKUT

/script>

Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Matius 14:26-27 
Ketika murid-murid Yesus berada dalam perahu menyeberang Danau Galilea, mereka menghadapi terjangan angin sakal yang membuat mereka terombang-ambing. Kemudian jam 3 subuh Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air. Pada waktu mereka melihat Yesus, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu”, lalu mereka berteriak ketakutan. Namun, Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (ayat 27)
Kata tenanglah berasal dari pengertian kata Yunani ”tharseo”. Pengertian utamanya adalah menjadi “teguh hati dan berani”. Namun kata ”tharseo” memiliki beberapa pengertian, bergantung dalam konteks ketika digunakan. Sedikitnya ada 4 pengertian dari kata tharseo.
1) Keberanian Percaya:
Situasi dimana kita tidak dapat berbuat apa-apa, diperlukan keberanian percaya untuk meyakini bahwa Tuhan Yesus sanggup menolong kita. Contoh tharseo diterjemahkan dengan “percaya”. “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.’” (Mat. 9:2)
2) Keteguhan hati:
Situasi dimana kita dalam pergumulan yang berat dan telah berlangsung lama, diperlukan *keteguhan hati* untuk menanti pertolongan Tuhan Yesus. Contoh tharseo diterjemakan dengan “teguh”. Dapat dilihat ketika wanita yang pendarahan 12 tahun yang menjamah jumbai jubah Yesus supaya ia disembuhkan. “Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: ‘Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.’ Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.” (Mat. 9:22)
3) Kekuatan hati:
Situasi dimana kita harus melawan suatu tantangan, diperlukan *kekuatan hati* menghadapi tantangan, bahkan mungkin orang lain tidak peduli dan tidak mau menolong kita. Tapi Tuhan Yesus peduli dan sanggup menolong kita. Contoh tharseo diterjemahkan dengan “kuatkan hati”. Dapat dilihat ketika peristiwa pengemis yang buta, bernama Bartimeus berseru-seru meminta pertolongan Tuhan Yesus. “Lalu Yesus berhenti dan berkata: ‘Panggillah dia!’ Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: ‘Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.’” (Mar. 10:49)
4) Ketenangan:
Situasi dimana kita dalam perasaan yang buruk karena keadaan yang menakutkan, diperlukan “ketenangan” untuk menghadapinya dan menanti Tuhan Yesus meredakan persoalan kita. Contoh tharseo diterjemahkan dengan “tenang”. Sebagaimana ayat di atas, Matius 14:26-27 “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: ‘Tenanglah! Aku ini, jangan takut!’” (Mat. 14:27)
Empat pengertian yang diuraikan di atas memberikan pemahaman kepada kita tentang apa arti ketika Yesus berkata kepada mereka yang sedang ketakutan, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Di dalamnya Tuhan Yesus memberi keyakinan bahwa Ia sanggup menolong. Oleh karena itu diperlukan dari kita keberanian percaya, keteguhan hati, kekuatan hati dan ketenangan dalam menanti pertolongan Tuhan Yesus.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !

Pdt. Tommy Lengkong, MTh.

READ  Tidak Menerima Yesus Sebagai Tuhan & Juruselamat

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*