TIDAK BEKERJA TIDAK MAKAN; TIDAK KERJA TIDAK TAMPIL

2 Tesalonika 3:10 (TB2) “…kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”.

Tegas! Ajaran Tuhan kata Alkitab tidak bekerja ya tidak makan! Itu artinya, makan sambil menikmati hasil kerja sendiri adalah suatu upah yang pantas. Maka hal yang juga berlaku di berbagai kegiatan pelayan gerejawi dan organisasi Kristen secara umum.

Jika mengingat manajemen Pareto, umumnya dari 100% susunan pengurus, hanya 20% yang bekerja sekaligus mengerjakan pekerjaan 80% pengurus yang tidak berbuat apa pun. Maka 80% pengurus yang tidak bekerja, tidak memiliki komitmen, tanggung jawab, motivasi, inisiasi, disiplin dan rasa bangga atas tugasnya.

Apa yang terjadi jika ada pengurus yang menyatakan diri telah ditetapkan menjadi pengurus, tetapi tidak pernah berbuat sesuatu, tentu dalam ukuran hasil dan pencapaiannya nyata, bagaimana mungkin ingin bersikeras ingin tampil?

Jika memaksa diri tampil, sama saja dengan tidak bekerja tetapi mau makan banyak dan kenyang. Saat pengurus yang lain bekerja, berjuang dan berkorban, namun kemudian hadir mereka yang tidak pernah bekerja, hanya menjadi beban bagi organisasinya.

Simaklah, banyak orang yang disebut pengurus panitia Natal, saat rapat absen, tugas tidak terlaksana, tetapi ketika perayaan Natal ia tampil dan nampaknya sangat sibuk sana sini, seakan menunjukkan ia pantas dipuji!

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Kehilangan Kepemimpinan Karismatik; Strategi Organisasi Kristen?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.