Manufaktur Indonesia Masih Berada Dalam Fase Ekspansif

 

Aktivitas produksi di industri makanan dan minuman. Pandemi Covid-19 menjadi penghambat pertumbuhan industri. ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian

Pertanyaan selanjutnya, kenapa selama periode Februari 2022 PMI Manufaktur melemah? IHS Markit dalam laporannya menyebutkan penyebab melambatnya PMI Manufaktur Indonesia adalah melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Kenaikan tersebut menurunkan permintaan pekerjaan baru dan produksi.

Sebagai catatan, kasus Covid-19 di Indonesia mulai menanjak di akhir Januari dan melonjak tajam selama Februari. Pada 16 Februari 2022, kasus Covid-19 di Indonesia bahkan mencapai 64.718, atau menjadi rekor tertinggi selama pandemi.

“Produksi manufaktur terus berekspansi, namun tingkat pertumbuhannya berkurang banyak pada Februari karena infeksi Covid-19 kembali naik dan kenaikan biaya input berdampak pada output,” tutur IHS Markit dalam laporannya, Selasa (1/3/2022).

IHS Markit juga mengatakan, perusahaan ragu-ragu untuk membangun inventori. Namun, sektor ketenagakerjaan dan aktivitas pembelian bertahan relatif tangguh dan kinerja pemasok membaik. “Tekanan harga secara keseluruhan berkurang selama Februari,” sebut IHS Markit.

Direktur Asosiasi Ekonom IHS Markit Jingyi Pan dalam keterangan resmi menjelaskan gelombang ketiga pandemi Covid-19 menjadi beban baru bagi pelaku industri di tengah pemulihan ekonomi. Hal itu membuat pebisnis lebih berhati-hati dalam mengelola pasokan sejalan dengan prospek melambatnya permintaan di pasar.

Adapun, dari segi harga, baik biaya input maupun output terus menanjak pada kisaran yang melampaui rata-rata jangka panjang. Kenaikan harga bahan baku pun terjadi secara luas di seluruh sektor manufaktur, yang seringkali dibebankan kepada pelanggan. “Perusahaan secara umum bertahan positif, dengan harapan situasi Covid-19 akan stabil.”

Merespons situasi tersebut, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri Bobby Gafur Umar mengatakan, kenaikan harga bahan baku terkerek oleh lonjakan inflasi di sejumlah negara maju. Menurutnya, kondisi itu secara langsung maupun tidak langsung berdampak ke bahan baku, mesin-mesin, atau teknologi dari luar negeri akan naik.

READ  Pendaftaran Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Dibuka

Dia menambahkan, kerikil yang mengganjal langkah pelaku usaha kian besar, lantaran perang antara Rusia dan Ukraina berlarut. Kondisi ini berisiko memicu lonjakan harga energi yang memiliki imbas cukup besar pada perekonomian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*