PELAKSANA RENCANA BAPA MENYELAMATKAN MANUSIA

/script>
YESUS, ANAK ALLAH ADALAH PELAKSANA RENCANA BAPA
UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA
Lalu Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya. Sebab, apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Yohanes 5:19
Yesus menggunakan nama Anak untuk diri-Nya dalam relasi dengan Allah Bapa. Bahwa apa yang dikerjakan Anak adalah sama dengan yang dikerjakan Bapa-Nya. Dengan menyebut diriNya, Anak, berarti Ia adalah pelaksana rencana Bapa untuk menyelamatkan manusia.
Pengakuan sebagai Anak datang dari Allah Bapa sendiri. Karena dalam peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, terdengar suara dari surga: “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Mar. 1:11) Status sebagai Anak Allah bukan baru diberikan kepada Yesus pada saat pembaptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis, tetapi justru Ia telah ada dari kekal dan bersekutu dengan Bapa sebagai Anak, karena Ia dan Bapa adalah satu. (Yoh. 10:30) Sebagai Anak, maka hal itu menunjukkan keallahan-Nya. Bahwa “sonship” (status anak) Kristus bersifat kekal transcendence, bukan hanya bersifat imanent. Kehadiran-Nya di dunia adalah kehadiran Allah secara konkret. la adalah representatif Allah.
Walaupun Ia adalah Allah sejati, namun Ia juga manusia sejati. Dua natur Yesus ini dapat dilihat dari kelahiran-Nya yang supranatural (His supernatural birth). Ia dilahirkan oleh seorang perawan (the virgin birth).
Kehadiran Anak Allah di dunia adalah karena penyerahan Allah Bapa. “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama dengan Dia?” (Roma 8:32) Kehadiran Yesus Kristus, Anak Allah dalam dunia adalah wujud nyata Allah sebagai sekutu umat-Nya, karena Allah berdiam di antara manusia, dan sebagai penyelamat umat-Nya, karena melalui pengorbanan Kristus telah menebus manusia dari dosa. Siapa yang percaya kepada Yesus Kristus, maka ia memiliki persekutuan dengan Allah dan ia memiliki keselamatan kekal.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  Saya Urus Keluarga; Tuhan Urus Bisnis Saya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*