Pedagang melayani pembeli minyak goreng curah di Pasar Tanah Abang, Jakarta. BPS menyebut pertumbuhan ekonomi tetap positif bila konsumsi rumah tangga terakselerasi dengan baik. ANTARA FOTO
Laju pertumbuhan ekonomi triwulan IV ditopang oleh pertumbuhan positif seluruh komponen pengeluaran dan sektor produksi utama. Keberhasilan pengendalian pandemi pascapenyebaran varian Delta di triwulan III-2021 mampu mendorong keyakinan masyarakat untuk beraktivitas dan dunia usaha untuk berekspansi.
Menurut Febrio, aktivitas ekspor mampu melanjutkan pertumbuhan yang tinggi seiring permintaan dan harga komoditas global yang meningkat. Sementara itu, impor juga meningkat. Mencerminkan menguatnya pemulihan permintaan domestik, khususnya sektor produksi.
“Dari sisi lapangan usaha, sektor-sektor unggulan nasional seperti manufaktur, perdagangan, konstruksi, dan transportasi melanjutkan tren pemulihan dengan mencatat pertumbuhan kuat,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi ini juga, tingkat PDB per kapita Indonesia berhasil naik dari 57,3 di tahun 2020 ke Rp62,2 juta pada 2021 (naik 8,6 persen), atau USD4.349,5. Dengan pencapaian itu, dan klasifikasi Bank Dunia terakhir (2020), Indonesia diperkirakan kembali masuk ke kelompok Upper-Middle Income Countries pada 2021.
APBN yang fleksibel dan responsif selama pandemi mampu menjaga keberlanjutan laju pemulihan ekonomi. Pandemi Covid-19 yang sangat dinamis sepanjang 2021, khususnya terkait munculnya gelombang Delta, mampu direspons dengan cepat oleh pemerintah melalui kebijakan refocusing APBN 2021.
Perluasan dan perpanjangan program perlindungan sosial serta dukungan pada sektor usaha dapat menjaga kinerja tetap mampu tumbuh positif pada triwulan III-2021. Realisasi sementara belanja negara TA 2021 mencapai Rp2.786,8 triliun (101,3 persen dari pagu).
Sementara itu, realisasi sementara program PEN 2021 sebesar Rp658,6 triliun (88,4 persen dari Pagu Rp744,77 triliun), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp575,8 triliun.


Leave a Reply