KSSK Berikan Jaminan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Menurut Sri Mulyani, sejumlah indikator perekonomian hingga awal Maret terlihat membaik. Hal ini terlihat dari kinerja Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), penjualan eceran, penjualan kendaraan bermotor, konsumsi semen, dan konsumsi listrik.

“Kinerja ekspor juga mengalami peningkatan signifikan, tetapi harus diwaspadai adanya perkembangan perdagangan ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi global yang terancam oleh perang Rusia dan Ukraina,” kata dia.

Respons kebijakan moneter negara maju terhadap inflasi yang dihadapkan pada potensi perlambatan ekonomi menimbulkan riak pada aliran modal asing di negara emerging market, termasuk Indonesia.

“Ini sejalan langkah investor melakukan realokasi aset untuk mencari tempat yang aman atau safe heaven assets,” katanya.

Sri Mulyani juga mencatat terjadi aliran modal asing keluar dari investasi portofolio sepanjang kuartal pertama tahun ini mencapai USD 1,3 miliar. Namun, ia menekankan, tekanan aliran modal asing keluar ini masih lebih baik dibandingkan emerging market lainnya.

Kondisi inflasi dan nilai tukar rupiah juga masih terjaga dengan baik.  “KSSK tetap mewaspadai dan akan terus memantau stabilitas sistem keuangan untuk tetap menjaga stabilitas sistem keuangan kita,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, stabilitas sistem keuangan dalam kondisi terjaga dengan kinerja industri jasa keuangan dalam tren membaik seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi, yang didukung dengan kebijakan strategis OJK.

Dalam konteks itu, misalnya, intermediasi perbankan per Februari 2022 melanjutkan tren meningkat dengan pertumbuhan kredit 6,33 persen (yoy), terutama ditopang kredit UMKM-retail dan korporasi dengan pertumbuhan masing-masing 8,75 persen dan 5,83 persen.

READ  Perber No 9 & 8 Tahun 2006 Bertentangan Dengan UUD 1945

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*