Pra WPA Dilakukan Wartawan Bersama Para Bikers & Lintas Organisasi

/script>

 

Selanjutnya Orasi oleh Ketum MUKI Bp Jasarmen Purba, memulai dengan memekikkan “Medeka, merdeka, merdeka, bahwa Indonesia memiliki UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan. sehingga kita dapat membawa perdamaian bagi Indonesia dan dunia. sudah saatnya kita memperjuangkan perdamaian dan kita menjadi agen perdamaian tersebut. kita turut serta bersama WPA, berdoa bagi perdamaian dunia.”

Acara terus berlangsung bersamaan dengan awan mendung, yang dipandu bersama Elly Togatorop, Anna Kezia dan Maruap Sianturi dari Pewarna bersama Eko Setiowibowo dari BFCI dan Antonius Natan dari STT LETS. Penyalaan Lilin Perdamaian sebagai simbol bahwa kita menerangi dan kita siap berkorban. 20 (dua puluh) pemimpin dari berbagai organisasi turut menyalakan lilin dan bertekad memperjuangkan perdamaian.

Kemudian dalam pengantar Doa Syafaat yang dinaikkan oleh Pdt Rachmat Manullang, Ketua STT LETS menyatakan “bahwa Saat pandemi berlangsung, terjadi perang Ukraina, membawa negara-negara dalam krisis ekonomi, munculnya masalah geopolitik. saat ini dunia akan memasuki keseimbangan baru, hegemoni politik Amerika, Rusia dan Tiongkok serta negara besar lain berlomba mengusai dunia. Dunia memasuki babakan baru dengan keseimbangan baru dan dunia Kekristenan akan memasuki era baru di penghujung akhir jaman. Oleh karena itu mari kita mempersiapkan diri menjadi juru damai diawali dengan berdamai terhadap diri sendiri, bersama Tuhan Yesus, kita bisa.”

Doa dilanjutkan oleh Sekjen API Pdt Estefanus Balaati, meminta penyertaan Tuhan bagi bangsa Indonesia, terjadi persatuan dan kesatuan diantara gereja gereja dan semua elemen bangsa. Kedamaian dibutuhkan untuk membangun negeri ini. Negeri yang kaya akan menjadi negara terkemuka di dunia. Oleh sebab itu mohon Tuhan memberikan damai sejahtera bagi pemimpin bangsa dan menjadikan Indonesia sebagai negara pembawa damai.

READ  Rachmat Manullang: Sejarah Sebagai Menemukan Kebenaran

Berikutnya Sekjen PEWARNA Indonesia Ronald Stevly Onibala berdoa khusus bagi Malam Sejuta Cinta Untuk Perdamaian, “Bapa kami yang di Surga, di dalam anakMu Tuhan Yesus Kristus kami memanjatkan doa ini, kami bersyukur dan berterima kasih karena Tuhan telah memberi banyak kenikmatan, mulai dari kehidupan yang layak, pekerjaan yang mencukupi serta keluarga yang selalu mendukung di kala sedih maupun susah. Semuanya tidak akan pernah kami lupakan sebagai bagian dari berkat-Mu.

Namun kadang kami sedih ketika melihat kondisi bangsa dan negara yang kami kasihi ini, ya Tuhan. Setiap hari ada saja hal-hal yang diributkan, ada saja hal-hal yang diperdebatkan dimana hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu perpecahan bangsa Indonesia.  Tentu ini bukan hal yang baik bagi persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk itu, kami mohon ya Tuhan, kiranya Engkau menuntun dan membimbing negara ini agar dijauhkan dari segala gesekan dan masalah yang bisa menimbulkan perpecahan bagi bangsa ini.

Kiranya Tuhan mengabulkan doa kami, tolong jadikanlah Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berilah kedamaian untuk seluruh warganya. Tuhan kiranya memberikan hikmat kepada para pemimpin bangsa kami sehingga mereka dapat mengambil kebijakan dan keputusan yang terbaik untuk kemajuan dan kedamaian di bangsa Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*