Sejarah Peradaban Islam Dalam Mencetak Generasi Madani

/script>

M Isom Yusqi (Direktur KSKK Madrasah) 

Madrasah adalah bagian dari sejarah peradaban Islam dalam mencetak generasi madani. Peradaban Islam mengajarkan keseimbangan antara fikir (nalar) dan zikir (moral spiritual). Madrasah merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang mempertemukan antara intelektual dan moral.

Lembaga Pendidikan madrasah juga memiliki peranan, tanggungjawab dan tantangan yang besar untuk diselesaikan sebagai upaya peningkatan sumberdaya manusia berkualitas dan berdaya saing di Indonesia. Hal ini terumuskan dalam dua program prioritas, yaitu: peningkatan layanan pendidikan berkualitas, serta peningkatan produktifitas dan daya saing.

Coretan prioritas yang terumuskan dalam afirmasi dan inovasi anggaran madrasah akan menjadi sebuah warisan yang akan tercatat sebagai optimisme bangsa ini membangun negeri. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitab Syarah Fath al-Muin, karya Abu Bakar Syato dan Nahju al-Balaghah terkait Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah, bahwa penting memberi keyakinan kepada generasi pembelajar madrasah akan peta kehidupan (manual of life), optimisme dan masa depan yang lebih gemilang.

Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI memiliki peranan penting guna membangun keyakinan (trust) publik lewat perencanaan program/kegiatan yang strategis melalui desain dan arah pendidikan madrasah yang komprehensif bagi generasi pembelajar madrasah yang sesuai dengan zamannya.

Era Disrupsi Teknologi yang semakin maju sekarang ini mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia Pendidikan yang mengharuskan generasi pembelajar madrasah mampu mengikuti perkembangan zaman. Mereka dihadapkan pada kondisi yang berbeda dari biasanya, melewati tatanan kehidupan baru yang perlu disikapi dengan cepat. Secara filosofis perubahan itu memang tidak bisa dihindari sebagai proses alamiah lompatan peradaban manusia yang harus dihadapi dengan optimis.

Madrasah sebagai lembaga pendidikan juga memiliki fokus pada pengembangan karakter siswa. Selain diberikan pendidikan agama yang kuat, siswa juga diberikan pendidikan umum setara dengan sekolah lainnya. Pembangunan karakter yang kuat merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan, karena karakter yang kuat akan membantu siswa untuk menghadapi berbagai macam tantangan di masa depan, baik dalam dunia pendidikan maupun di kehidupan sosial dan profesional.

READ  Perkawinan Bajapuik Merupakan Suatu Kearifan Lokal di Pariaman

Selain pembangunan karakter, hal yang tidak kalah pentingnya adalah prestasi siswa yang merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam pembelajaran di madrasah. Setiap siswa diajarkan untuk berkompetisi dengan diri sendiri dan berusaha menjadi yang terbaik, bukan sekedar untuk mengalahkan orang lain. Hal ini membantu siswa mengembangkan kemampuan diri, agar menjadi pribadi yang mandiri.

Optimisme pembelajar madrasah mulai terasa saat ini, terlihat jelas melalui Prestasi mereka yang tidak hanya pada bidang akademik semata, melainkan juga meliputi prestasi bidang non akademik seperti olahraga, kesenian, keagamaan, teknologi dan bidang sosial.

Kepercayaan diri pembelajar madrasah terlihat jelas, saat siswa-siswi MAN 2 Majalengka mengembangkan teknologi “Mushtech”. Sebuah solusi Internet of Things (IoT) untuk mendukung digitalisasi bisnis kecil menengah yang dikembangkan oleh masyarakat. Solusi ini dibangun untuk membantu para petani pembudidaya jamur tiram di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bahkan di tempat yang berbeda, pembelajar madrasah dari MAN 1 Kuantan Singingi Provinsi Riau telah melahirkan karya yang diberi nama “Watercare”. Inovasi tersebut mereka ciptakan bagi peternak ikan nila untuk memberikan peringatan dan deteksi dini yang dapat monitoring kondisi kadar pH dan kekeruhan air pada kolam ikan nila secara otomatis. Ide yang mendasari pembangunan IoT ini datang dari program inkubasi Akademi Madrasah Digital (AMD) yang diprakarsai oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Kementerian Agama RI.

Upaya pengembangan karakter dan prestasi pembelajar madrasah terus dilakukan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran bermakna. Setiap pembelajar madrasah harus memiliki sikap jujur, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, dan semangat belajar yang tinggi. Kemampuan berkompetisi mereka juga semakin kuat dan kesiapan mereka untuk unjuk gigi di setiap kompetisi maupun olimpiade di tingkat nasional maupun Internasional semakin baik.

Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong misalnya, menjadi yang terbaik dalam perolehan rerata nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Masuk Pergguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2022. Dengan total nilai 666,494, MAN IC Serpong berada pada peringkat pertama dari 1.000 sekolah terbaik sebagaimana dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Tidak sedikit di tahun 2023, para pembelajar madrasah menunjukan eksistensinya di negeri ini dengan mengukir prestasi dengan berhasil memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), seperti MAN 1 Lamongan, MAN 2 Kota Malang, MAN 1 Muara Enim, MAN 3 Kota Makassar, dan masih banyak lagi yang lainnya.

READ  Kemah Bhakti Harmoni Bangun Kerukunan Umat Beragama

Ini artinya, madrasah siap menjadi bagian dari negeri ini dalam upaya mencetak generasi unggul dan sumber daya manusia berkualitas. Di saat para pembelajar madrasah yang memiliki karakter kuat dan prestasi yang baik di masa depan akan menjadi tenaga kerja yang berkualitas yang mampu bersaing di pasar kerja global. Tentunya, Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam terus berupaya mengembangkan program-program yang ramah akan pengembangan potensi, minat, dan bakat pembelajar madrasah. Hal ini dilakukan, guna memperkuat mental siswa madrasah serta produktifitas dan daya saing mereka di masa yang akan datang. Bangsa ini sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia terbaik, yang nantinya mampu mengisi posisi-posisi strategis di bumi pertiwi Indonesia

Setiap pembelajar madrasah dianugerahi potensi (potential ability) atau kapasitas (capacity). Terdapat keragaman atau perbedaan potensi yang dimiliki pembelajar madrasah yang satu dengan yang lainnya, baik dalam jenis potensi yang dimiliki maupun dalam kualitas potensi. Sehingga dalam proses pengelolaan madrasah harus memperhatikan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung setiap potensi yang dimiliki oleh siswa madrasah.

Kini optimisme itu semakin terasa, siswa madrasah mulai banyak menjawab tantangan perkembangan zaman dengan lahirnya siswa-siswi madrasah berprestasi dalam beberapa ajang kompetisi bidang Akademik dan non-Akademik di tingkat nasional maupun internasional. Tidak jarang, sudah banyak torehan medali yang diperoleh oleh siswa-siswi madrasah pada ajang sains, teknologi, robotika, design grafis, videografi, dan lain sebagainya. Bahkan sudah banyak lulusan-lulusan madrasah yang melanjutkan ke perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun luar negeri. Tidak hanya sampai disitu, sudah banyak juga lulusan madrasah yang mengisi ruang-ruang penting di republik ini.

READ  Wamenag Ajak Bentuk Platform Digital Bersama Anggota MABIMS

Tentunya ini semua tidak terlepas dari peran serta pengelola madrasah yang terus dan selalu melakukan pendampingan dan memberikan pola bimbingan yang tepat pada siswa, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Madrasah juga terus mendukung setiap potensi yang dimiliki dengan pemenuhan fasilitas dan sarana prasarana pendukung agar siswa dapat belajar dengan optimal.

Pada bidang Sains, Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan sebuah ajang berkompetisi dalam bidang sains seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Selain itu juga, menghadirkan program Madrasah Young Researchers Supercamp (Myres) dalam rangka memfasilitasi dan menuangkan bakat minat menulis dan ide kreatif hasil karya siswa madrasah, demi mencetak generasi literate, menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah juga berupaya memperkuat potensi bidang teknologi dengan menghadirkan program Akademi Madrasah Digital, Kompetisi Robotik Madrasah, Madrasah Vlog Competition, dan Film Pendek Madrasah. Kita memiliki sebuah harapan besar terhadap siswa-siswi madrasah melalui penyelenggaraan program tersebut. Suatu saat nanti akan lahir ide-ide kreatif yang mampu menyelesaikan permasalahan publik melalui penerapan teknologi berbasis Internet of things yang datang dari madrasah untuk masyarakat luas dan para ahli video maker yang dapat menebarkan kebaikan melalui karya-karyanya.

Pembangunan karakter dan prestasi siswa di madrasah merupakan faktor penting dalam pendidikan yang berkualitas. Pembangunan karakter siswa yang kuat dan prestasi yang baik akan membantu siswa menjadi pribadi yang mandiri dan berkualitas, serta siap menghadapi tantangan di masa depan. Untuk itu, dibutuhkan Kerjasama yang baik antara semua pihak terkait agar pembangunan karakter siswa di madrasah dapat tercapai dengan optimal.

Kemenag – M Isom Yusqi (Direktur KSKK Madrasah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*