Swasta Ikut Andil Penuhi Kebutuhan Air Bersih dan Sanitasi

Warga menggunakan air bersih yang disesiakan oleh negaea. KEMENPUPR

Menteri Basuki  mengungkapkan,  untuk mewujudkan  akses  air minum  aman dan  sanitasi layak sesuai sustainable development goals  (SDGs), pembiayaannya  tidak bisa dilakukan hanya melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Untuk itu, Menteri Basuki  mengajak pihak swasta untuk ikut berpartisipasi.

“Saya ingin mengajak pihak swasta untuk berkolaborasiuntuk itu di Kementerian PUPR  dibentuk Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum  dan Perumahan yang  tugasnya menggali pembiayaan non-APBN,” kata Menteri Basuki pada  Konferensi Sanitasi dan Air   Minum  Nasional (KSAN) 2022, Rabu (25/5/2022).

Dia menuturkanpreservasi jalanpembangunan jalan tolpenyediaan air minum sudah dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

“Saya ingin sanitasi juga bisa dilakukan dengan KPBU, kalau hanya mengandalkan APBN capaiannya akan lebih lambat dibanding dibantu dengan pembiayaan lain,” imbuh dia.

Selain itu, Menteri Basuki mengajak Kemendikbud dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  untuk meningkatkan inovasi sistem air minum dan sanitasi agar lebih efisien. “Saya juga ingin  mengajak Kemendes termasuk pemerintah desa untuk berkolaborasi dalam pemeliharaan dan operasi hibah infrastruktur yang telah dibangun Kementerian PUPR,” ujarnya.

Menteri Basuki juga menekankan  bahwa air bersih merupakan sumber kehidupanKetersediaan  air bersih  diyakini mampu meningkatkan kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

READ  Potensi Besar Untuk Jadi Agen Perubahan Di Dalam Gereja

Dengan program sanitasi dan air bersih, kami ingin memperkecil  angka stunting  (gagal tumbuh kembang pada balita) dan kemiskinan ekstrem. Jadi,  ketersediaan air bersih  dan sanitasi  yang baik merupakan dasar untuk kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” papar dia.

Dtempat yang sama, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Suharso  Monoarfa mendorong  agar para  pemangku kepentingan mengambil langkah perbaikan yang  berorientasi pada kualitas  air minum  dan sanitasi demi mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang baik.  Ini buat bupati  dan  walikota dalam hal penyediaan air minumterutama di kota-kota  yang ada PDAM , memang  sebuah tantangan  besar dan perlu penyelesaian-penyelesaian terintegrasi,” ujarnya.

Suharso mengungkapkan, akses sanitasi yang aman sangat penting terutama agar air limbah domestik tidak menimbulkan bahaya bagi lingkunganutamanya air minum.

Dari 91 persen rumah tangga yang memiliki akses  untuk  air minum  layak hanya 12 persen, di antaranya yang dinilai aman dan 19 persen yang memiliki jaringan air minum perpipaan. Menurutnya, jika peningkatan akses tidak diikuti peningkatan kualitashal itu akan mempengaruhi kualitas SDM dan   mencerminkan  sistem kesehatan nasional yang terganggu.

Akses dan kualitas air minum dan sanitasi sangat penting untuk menghindari potensi masyarakat terinfeksi penyakit yang pada akhirnya  menghambat pembangunan  negeri,  termasuk  dalam  mencapai  visi  Indonesia 2045.

READ  YESUS PEMENUH KEBUTUHAN SPRITUAL KITA

“Karena itu perlu diselesaikan  terintegrasi terutama untuk mencegah dan mengendalikan infeksi yang  sebagai salah satus umber gangguan penyakit,” jelas Suharso.

[indonesia.go.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*