
Penginjilan sejatinya bukanlah kristenisasi, karena itu upaya-upaya kristenisasi dengan cara tidak wajar, pemaksaan, serta pemanfaatan kelemahan dan kekurangtahuan bukanlah penginjilan.
Tanggung jawab pekabaran Injil di tanah Papua adalah tanggung jawab bersama gereja dan harus diperkuat dalam rangka membangun perspektif baru tentang kehadiran Kristus di tengah-tengah kesulitan hidup yang sedang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah, khususnya Papua terutama pula di wilayah-wilayah yang kesulitan dalam membangun dunia pendidikan yang baik dan berkualitas, serta pelayanan kesehatan yang bermutu, karena berada dalam situasi konflik.
Gereja tetap bersuara memperjuangkan keadilan dan perdamaian bagi Papua supaya dengan pendidikan dan kesehatan yang baik, api Injil itu akan terus menyala di tanah Papua, dan daerah lain.
Sama dengan hal tersebut, menolak pula usaha-usaha Islamisasi berkedok dakwah di bidang pendidikan dan kesehatan, yang masif dan sistematis terjadi di berbagai wilayah, termasuk Papua, yang didukung bahkan difasilitasi oleh oknum negara melalui TNI dan Polri, serta lembaga-lembaga pemerintah lain.
“Merawat, menjaga dan memelihara lingkungan hidup secara berkelanjutan serta mengupayakan kondisi hidup yang lebih baik bagi manusia dan ciptaan yang lain. Pandemi Covid-19 merupakan teriakan dari alam karena kekerasan yang dilakukan oleh manusia terhadap alam, dengan eksploitasi dan ketidakpedulian terhadap lingkungan yang mengatasnamakan pembangunan dan peningkatan ekonomi. Alam ciptaan harus dilihat setara dengan ciptaan lainnya, dan manusia bertanggungjawab untuk keberlanjutan hidup ciptaan yang adalah bagian dari rencana penyelamatan Allah,” tandas Ronny Mandang.
Rekomendasi dan Aksi tersebut merupakan sosialisasi dari hasil Konferensi Pekabaran Injil di Berastagi, Sumatera Utara pada 31 Mei 2018. KPI 2021 membahas 4 tema dan menghadirkan 15 narasumber. Tema pertama tentang Pekabaran Injil dalam Konteks Kemajemukan di Indonesia dengan narasumber
Pdt. Dr. Henriette Lebang (Ketua Umum Lembaga Alkitab Indonesia), Pdt. Dr. Bambang Widjaja (Majelis Pertimbangan PGLII), dan Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th (Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragma Provinsi Papua).
Tema kedua Panggilan Gereja-Gereja di Indonesia oleh Pdt. Gomar Gultom (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Pdt. Hiskia Rollo, S.Th., MM (Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Papua), Pdt. Bambang Jonan (Gereja Bethel Indonesia) dan Jhon Manik (Sekretaris Mission Aviation Fellowship Indonesia).
Tema ketiga Panggilan Seorang Pekabar Injil oleh Pdt. Charles Jonan (Jaringan Doa Nasional), Romo Heri Wibowo (Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia), Pdt. Dorman Wandikbo (Presiden Gereja Injili Di Indonesia) dan Pdt. Dr. James Wambrauw, M.Th (Persekutuan Gereja-Gereja Se-Kota Jayapura).
Tema Keempat Kode Etik Pekabar Injil oleh Pdt. Daniel Ronda (Ketua Umum Gereja Kemah Injil Indonesia), Pdt. DR. Muljadi Sulaeman (Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia), Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th., (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia) dan Dr. James Modouw, MMT (Jaringan Lembaga-lembaga Penginjilan dan Lembaga Sosial Keagamaan Papua).
Ibadah pembuka dilayani kotbah Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo (17/11), ibadah penutup dilayani Pst. John Bunay (18/11). Sedangkan pada ibadah pengutusan, pengkotbah Pdt. DR. Nus Reimas, Ketua Majelis Pertimbangan PGLII (19/11).
Menurut Ketua Panitia Nasional Pdt. Deddy Madong SH, MA., KPI merupakan puncak dari rangkaian peringatan Jubileum 75 Tahun PGLII. “Sebelumnya kita mengadakan kegiatan berupa Ibadah Syukur di Batu, Jawa Timur dan Simposium Injili di Makassar, Sulawesi Selatan.” Disebutkan Deddy Madong bahwa terdapat beberapa kegiatan yang juga merupakan bagian dari Perayaan HUT yang diadakan bidang-bidang pada Pengurus Pusat, dan perayaan yang diadakan ditingkat Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah.
“Dengan penyelenggaraan KPI 2021 dan Deklarasi Damai, kami telah menyelesaikan rangkaian HUT ke-50 PGLII. Dari rangkaian acara tersebut kita melihat dan dikuatkan dengan partisipasi dari seluruh Anggota PGLII dan jaringan PGLII dengan lembaga gerejawi aras nasional. Termasuk relasi dengan pemerintah yang ternyata begitu baik dalam membangun sinergis-kualitatif. Kami menyimpulkan bahwa semangat Api Injil Terus Menyala yang menjadi motivasi tetap berkumandang dan menjiwai Kaum Injili,” tandas Deddy Madong.
[RR]




Leave a Reply