Presiden Jokowi menyampaikan kata sambutan dalam acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia, yang digelar Hotel Grand Hyatt, di Kawasan Nusa Dua, Bali, Jumat (25/3/2022). SETPRES
Situasi ini diperburuk oleh kelangkaan kontainer. Pada situasi normal, kata Presiden Jokowi, mencari seribu atau dua ribu kontainer gampang dilakukan dalam waktu singkat. Sekarang sulit karena ada disrupsi yang menimbulkan kekacauan sirkulasinya. Karena kelangkaan kontainer, distribusi logistik terganggu, baik dari negara satu ke negara lain, dari satu provinsi satu ke provinsi yang lain, dan dari satu pulau satu ke pulau yang lain.
‘’Trade cost-nya, ongkosnya, biayanya menjadi naik enam kali lipat. Bayangkan. Artinya apa? Beban barang itu juga akan naik, terbebani oleh trade cost, biaya kontainer. Artinya, harga-harga naik dan pada akhirnya adalah kenaikan inflasi,’’ kata Presiden Jokowi, yang transkip pidatonya diunggah di laman setkab.go.id itu.
Di Indonesia, inflasi masih terkendali pada level 2,2 persen. Namun, Presiden Jokowi merasa perlu mewanti-wanti bahwa inflasi bisa bergerak ke mana-mana. Amerika Serikat yang biasanya tidak pernah lewat dari 1 persen, inflasinya sudah 7,5 persen. ‘’Semua negara sekarang naik, naik, dan naik. Naik semuanya, bahkan Turki hampir 50 persen,’’ kata Presiden Jokowi.
Maka, Presiden mengajak agar para pejabat turut mencari jalan keluar dari ancaman tersulut oleh arus inflasi global itu. Penguatan ekonomi domestik dengan meningkatkan putaran uang di dalam negeri, menurut Presiden, adalah pilihan paling dekat dan mudah.
‘’Yang paling gampang kita lakukan ialah bagaimana APBN, bagaimana APBD, bagaimana anggaran BUMN, itu bisa memicu pertumbuhan ekonomi kita sendiri. Caranya, ya kita harus punya keinginan yang sama untuk membeli, untuk bangga pada buatan kita sendiri, bangga buatan Indonesia,’’ Presiden Jokowi menambahkan. Kebijakan ekonomi markro perlu ditindaklanjuti secara detil pada tingkat mikro. ‘’Sekarang makronya dilihat, mikronya dikejar.’’
Laporan Amel
Presiden Joko Widodo mengaku sedih setelah mengecek jejak mikro belanja pemerintah, yang kini jumlahnya lebih dari Rp1.500 triliun per tahun. Rinciannya, belanja barang dan jasa pemerintah pusat (kementerian dan lembaga) Rp526 triliun, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota Rp535 triliun, dan BUMN Rp420 triliun.
Bila 40 persen saja dari jumlah itu dibelanjakan di dalam negeri, kata Presiden Jokowi, belanja pemda bisa mengungkit pertumbuhan nasional 1,7 persen, belanja pemerintah pusat mengerek 1,5-1,7 persen, dan BUMN 0,4 persen.


Leave a Reply