Calon penumpang berjalan menuju kapal feri di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (19/4/2022). Pemerintah memutuskan, anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun yang telah menerima vaksinasi dosis kedua, boleh melakukan perjalanan mudik. ANTARA FOTO/ Seno
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaitkan situasi yang makin baik ini dengan capaian vaksinasi yang sudah cukup tinggi. ‘’Alhamdulillah, sampai sekarang sudah 392 juta dosis vaksin diberikan kepada 198 juta masyarakat Indonesia. Sudah hampir 200 juta dalam waktu 15 bulan, ini pencapaian yang luar biasa,” ungkapnya.
Target 70 persen vaksinasi primer (dua dosis) bisa dicapai di sebagian besar provinsi. Daerah terluar dan tertinggal, yang miskin sarana perhubungan, telah didatangi oleh tenaga kesehatan dalam aksi pelayanan vaksinasi. ‘’Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para gubernur, bupati, wali kota, BIN, dan TNI-Polri yang sangat membantu pelaksanaan vaksinasi,’’ kata Menkes.
Vaksinasi adalah jalan untuk membangun imunitas atau kekebalan komunal dengan pembentukan antibodi tubuh pada masyarakat penerimanya. Kekebalan komunal di Indonesia telah terbentuk dan itu menjadi perisai masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Terbentuknya imunitas komunal itu terkonfirmasi oleh sero survei (tes darah) yang dilakukan oleh Kemenkes yang bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI. Sero survei tersebut menunjukkan bahwa menjelang Ramadan dan Idulfitri di 2022 ini, 99,2 persen penduduk Indonesia telah memiliki antibodi untuk melawan Covid-19.
‘’Antibodi itu bisa berasal dari vaksinasi maupun infeksi,’’ kata Menkes Budi Gunadi. Tidak tertutup kemungkinan ada yang antibodinya menanjak naik karena vaksin dan infeksi sekaligus. Sumbangan vaksinasi sendiri signifikan karena cakupannya mencapai 198 juta dari 272 juta penduduk Indonesia.
Menteri Kesehatan mengatakan bahwa sebelumnya pemerintah telah melakukan sero survei pada Desember 2021, sekaligus pengukuran titer antibodi masyarakat. Budi menyebut, saat ini, mayoritas masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi dan titer atau level antibodi yang tinggi.
Sero survei ini telah dilakukan dua kali. Yang pertama Desember 2021 dan menunjukkan bahwa 88,6 persen penduduk telah memiliki antibodi. Pada Maret 2022 tidak hanya prosentase yang meningkat menjadi 99,2 persen, titer antibodinya pun secara rata-rata melesat dari 500–600 unit antibodi per ml darah (Desember 2021), menjadi 7.000–8.000 unit/ml pada Maret 2022. Vaksinisasi primer dan booster tentu memberikan kontribusinya atas capaian itu.


Leave a Reply