
Dari paparan ini, ke manakah arah kehidupan dan sprirualitas Kristen di tengah isu kembalinya muncul pandemi gelombang ketiga, yang ditandai dengan munculnya varian Omicron, akankah semakin menghacurkan pengharapan kristiani? Dalam konteks ini para generasi milenial dengan kritis mengajukan pertanyaan penting, apakah yang dapat dilakukan oleh para pemimpin dan gereja menghadapi tantangan seperti ini? Ibadah-ibadah di gedung gereja terpaksa diubah menjadi ibadah online dan tidak semua gereja siap dengan perubahan drastis seperti ini. Sifat gereja adalah persekutuan yang kudus dan Am untuk sementara ataukah selamanya berubah menjadi ibadah di dunia maya, live streaming? Apakah umat Kristen kelak masih akan datang beribadah ke dalam gedung gereja ataukah akan terus menerus beribadah dan melayani dengan kondisi, seluruhnya harus gunakan media elektronik? Meskipun para pimpinan gereja masih terus bertahan pada pendapatnya masing-masing, kini, dunia sedang mengalami suatu arus perubahan yang sangat cepat antara lain akibat revolusi industri 4.0, di mana peran manusia mulai digeser dengan diganti oleh mesin robot.
Pesan Natal Nasional Tahun 2021 – PGLII terus mengajak kepada seluruh pemimpin gereja dan lembaga Injili, untuk tetap peka dan cakap menghadapi kondisi perubahan cepat yang sedang terjadi, termasuk antisipasi pandemi covid 19 gelombang ketiga. Terutama saat menghadapi ibadah dan perayaan Natal Desember 2021 dan Tahun Baru 2022, beritakanlah suatu kabar baik dan pengharapan penuh, bahwa pengharapan kristiani tidak boleh hilang karena Yesus adalah Juruselamat, Kristus dan Tuhan (bdk. Lukas 2:11), bahwa hidup yang dibangun di dalam Yesus adalah hidup dalam jaminan keselamatan dan hidup kekal, hidup dalam Kristus adalah hidup dalam pengurapan-Nya dan hidup yang terus menerus mempertuhankan Yesus di berbagai langkah kehidupan. Beritakanlah Injil dan pertahankan Api Injil Terus Menyala sebagai berita kesukaan bagi seluruh dunia, di dalam Kristus pengharapan dan iman orang-orang percaya tidak pernah pudar. Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili bahkan seluruh pengurus, harusnya berdiri kokoh sebagai mercu suar Kristus yang memberi arah dan panduan hidup untuk mengajak siapapun tetap hidup dalam kesetiaan dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang tidak pernah berubah, dulu, sekarang sampai selamanya. Kasih Kristus tidak akan membiarkan seorang pun terpisahkan dari pada-Nya, meski oleh penindasan atau kesesakkan atau penganiayaan atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya atau pedang atau corona virus 19 (bdk. Roma 8:35) Teruslah berjuang beritakan Injil sampai Kristus Datang Kembali.
Dalam Pesan Natal Nasional 2021, Pengurus Pusat PGLII menghimbau agar seluruh gereja dan lembaga, khususnya saat merayakan dan memeringati Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, dilaksanakan dengan sederhana karena ibadah yang memuliakan Allah Tritunggal harus lebih kepada pemaknaan dan inplementasi ketimbang ritual yang tidak menyentuh pada makna Natal sebagai Inkarnasi Logos yakni yang firman telah menjadi Manusia.
Ada tiga pesan khusus yang menjadi pesan pastoral PGLII: pertama, laksanakan ibadah dan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di wilayah masing-masing. Kedua, hindari kerumunan-kerumunan yang menghimpun sejumlah besar umat, laksanakan ibadah dan perayaan secara onsite dan online. Ketiga, sedapat mungkin bangun momentum partisipatif gereja dan lembaga kepada masyarakat di sekitar melalui pelayanan dan bantuan kemanusiaan. PGLII dituntut untuk setia menghadirkan “Kerajaan-Mu datanglah!” di tengah kehidupan masyarakat multikultural dengan menjadikan Natal dan Tahun Baru sebagai momentum untuk peduli dan berbagi pada sesama tanpa memandang suku dan golongan dan agama.
Akhirnya, segenap Pengurus Pusat PGLII mengucapkan:
Selamat menyambut Hari Natal
25 Desember 2021
dan
Selamat menyambut Tahun Baru
1 Januari 2022
Jakarta, 1 Desember 2021
Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh. Pdt. Tommy Lengkong, M.Th.
Ketua Umum Sekretaris Umum


Leave a Reply